Inilah 4 fakta terbaru Fathur, Presiden BEM UGM yang dulu viral lantaran aksi tolak RKUHP, kabar pendidikannya saat ini.
Sosok Atiatul Muqtadir atau akbar dipanggil Fathur menjadi perbincangan publik Indonesia di akhir tahun 2019.
Ia mendadak viral usai tampil di acara Indonesia Lawyers Club sebagai pembicara dari perwakilan mahasiswa terkait Kontroversi RKUHP.
Fathur sendiri saat itu menjabat sebagai presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gajah Mada (UGM).
Ia berdialog dengan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly, anggota DPR RI dan sejumlah pembicara lainnya.
M Atiatul Muqtadir ketua BEM UGM (Instagram/fathuurr_)
Fathur kemudian mengisi beberapa acara di Jakarta dan bertemu dengan sederet figur publik.
Sosoknya yang ganteng, cerdas dan jago tilawah ini juga sukses menaklukkan hati banyak perempuan.
Bahkan ia sempat membuat selebgram Awkarin kesengsem dan memujinya lewat media sosial.
Lantas seperti apa kabar Atiatul Muqtadir atau akrab dipanggil Fathur kini?
Berikut 4 kabar terbaru Fathur, mantan presiden BEM UGM yang sempat viral lantaran aksinya tolak RKUHP:
1. Menjadi selebgram
Sebuah kiriman dibagikan oleh M Atiatul Muqtadir (@fathuurr_) pada 26 Apr 2020 jam 7:04 PDT
Akun Instagram Fathur kini telah difollow oleh 1,1 juta pengikut.
Bahkan akunya telah mendapat centang biru, tanda ia telah terverifikasi.
Ribuan like dan komentar selalu nampak pada unggahan pria kelahiran 1 Agustus 1998 tersebut.
Layaknya selebram yang lain, Fathur kerap memposting berbagai aktivitasnya.
Hal ini tak lain untuk memberi inspirasi bagi netizen.
Pria kelahiran Palembang ini tak jarang memposting video dirinya bertilawah juga berkolaborasi dengan sederet grup nasyid.
Ia juga membagikan aktivitasnya saat melakukan bakti sosial, terjun langsung ke masyarakat.
2. Menulis buku
[Pikiran Mendahului Badan] . Sejak diterbitkan pada bulan Februari lalu, saya bersyukur, buku ini telah dibaca oleh ribuan teman-teman dari berbagai penjuru negeri. Bahkan, tak jarang saya mendapatkan kabar buku ini sampai di negeri yang belum pernah saya datangi, ada dari Jepang, Malaysia, Mesir, hingga Australia. Alhamdulillah. (Beberapa review bs dilihat di higlight buku #KRBP) . “Pikiran sampai mendahului badan” begitu saya menyebutnya. Saya bersyukur, bahwa pikiran saya, kata demi kata, telah sampai mendahului kehadiran badan saya. Banyak daerah di Indonesia dan banyak negara di dunia belum mampu saya jelajahi, tapi setidaknya ide dan pikiran kami telah sampai disana. Senantiasa saya berdoa, agar buku ini mampu menginspirasi dan menggerakkan, bukan hanya bagi pembaca, tapi juga bagi saya ______________________________ Kali ini ada special offer buat temen2 yg mau baca buku “Kaum Rebahan Beri Perubahan’. InsyaAllah jam 2 siang ini special offer dibuka di akun @bhumianoma. Tak lepas dari dampak ekonomi akibat pandemi yg juga menimpa para pekerja buku, hari ini banyak diantaranya yang menjadi reseller. Maka penjualan kali ini diadakan bersama lebih dari 20 toko buku online dan 40 reseller . Mohon maaf produksi yang terbatas menyebabkan penjualan kali ini juga hadir dengan jumlah yang terbatas. Penjualan akan dilakulan melalui akun penerbit kami @bhumianoma . Semoga bukunya bisa menemani waktu ramadhan teman-teman ya! . Nb: foto diambil jauh sebelum situasi covid19. Sama2 berdoa biar segera bs balik lagi ke mesjid.. silaturrahmi lagi dengan para sahabat dan guru..
Sebuah kiriman dibagikan oleh M Atiatul Muqtadir (@fathuurr_) pada 24 Apr 2020 jam 12:01 PDT
Pada bulan Februari 2020, Fathur merilis buku perdananya berjudul 'Kaum Rebahan Beri Perubahan'.
Buku bercover hitam tersebut diterbitkan oleh penerbit Bhumi Anoma.
Mengutip akun Insatgramnya, pria yang bercita-cita menjadi Menteri Kesehatan ini mengaku bukunya telah menyebar ke berbagai negeri.
"Sejak diterbitkan pada bulan Februari lalu, saya bersyukur, buku ini telah dibaca oleh ribuan teman-teman dari berbagai penjuru negeri.
Bahkan, tak jarang saya mendapatkan kabar buku ini sampai di negeri yang belum pernah saya datangi, ada dari Jepang, Malaysia, Mesir, hingga Australia.
Alhamdulillah. (Beberapa review bs dilihat di higlight buku #KRBP)" tulisnya pada unggahan 24 April 2020.
3. Mengisi seminar
Lihat postingan ini di Instagram
[ketidaktahuan yg perlu dipersiapkan] . “Dunia dibentuk ada awalnya Dan pasti juga ada akhirnya Kita hanya manusia biasa Tidak tahu kapan sirnanya” Begitu kata Buya Hamka dalam syairnya . Dunia yang kita tempati ini diibaratkan sebuah ruang ujian yang begitu besar. Ya, kita sedang diuji. Coba kita lihat Surat Al mulk ayat 1-2: "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun". . Dalam ujian ini, berbeda dengan ujian yang biasa kita alami di ruang kelas. Jika biasanya kita diberitahukan kapan waktu ujiannya selesai, kapan lembar jawaban akan diambil, dan mata pelajaran apa yang akan diuji berikutnya. Dalam ujian kali ini kita tak tahu kapan ujian ini akan berakhir ataupun ujian apa yang akan kita hadapi. Bisa jadi saat kita duduk, saat kita shalat, atau naudzubillah saat kita sedang bermaksiat dan melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat. Bisa jadi berupa penyakit, kerugian, ataupun kehilangan. . Jika hari ini kita masih berpikir bahwa ‘apa yang dunia akan berakhir di dunia’ coba kita simak kembali Surat Al mu’minun. Diayat 115 Allah telah menegaskan “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnyya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) , dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?". . kita perlu sadar, bahwa kita punya tugas berat di akhir untuk mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan dengan anugerah yang Tuhan berikan. Dalam ujian yang penuh ketidaktahuan kita ini, kita perlu selalu mempersiapkan. Dengan umur kita, dengan harta kita, dan dengan ilmu kita, apakah kita gunakan untuk beramal dalam kebaikan atau justru di sia-siakan? . Selengkapnya ada di bab “Manusia= tanggungjawab dunia akhirat” di buku Kaum Rebahan Beri Perubahan #KRBP @bhumianoma ——————————— . Bismillah, Meski Ramadhan ini kita masih menghadapi salah satu ujianNya, tak bisa banyak melakukan kegiatan fisik bersama. Semoga tidak mengurangi semangat kita mengisi hari-hari dengan beramal dan berlomba dalam kebaikan.
Sebuah kiriman dibagikan oleh M Atiatul Muqtadir (@fathuurr_) pada 11 Apr 2020 jam 6:01 PDT
Jiwa aktivis mahasiswa FKG UGM ini nampaknya tak akan pernah padam sampai kapanpun.
Menilik akun Instagramnya, Fathur beberapa kali mengunggah foto saat dirinya mengisi seminar, training, ataupun kajian.
Lewat caption yang ia tulis, Fathur kerap memberikan gagasan-gagasannya terkait isu nasional ataupun keagamaan.
4. Lulus ujian skripsi
Fathur dinyatkan lulus sidang ujian skripsi yang dilakukan secara daring pada 30 April 2020.
Sidang pendadaran yang membahas skripsi berjudul “Pengaruh ekstrak kulit kentang terhadap adhesi bakteri Porphyromonas gingivalis” tersebut ia lakukan di rumah.
Meski dilakukan di tengah pandemi corona, Fathur mengaku mendapat berkah dan hikmah atas proses perjuangannya tersebut.
Ia mengaku dibantu oleh banyak pihak dalam penyelesaian karyanya tersebut.
Tak ingin langkahnya terhenti, pria kelahiran Palembang ini bertekat untuk melanjutkan perjuangannya.
Namun dalam unggahan tersebut Fathur belum menjelaskan secara gamblang rencana apa yang akan ia lakukan setelah lulus.